Home » » Kenaikan Tarif Listrik Diyakini Tak Picu Iinflasi   - ( 8U51N355 )

Kenaikan Tarif Listrik Diyakini Tak Picu Iinflasi   - ( 8U51N355 )

TEMPO.CO, Jakarta – Pelaksana tugas Badan Kebijakan Fiskal, Bambang Brodjonegoro, yakin kenaikan tarif tenaga listrik pada Oktober 2013 tidak akan berpengaruh pada inflasi. Menurut dia, pemerintah sudah memperhitungkan dampak kenaikan tarif tersebut.

“Itu sudah masuk dalam perhitungan inflasi kami hingga akhir tahun. Jadi, saya kira tidak akan berpengaruh,” kata Bambang di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 27 September 2013.

Hal yang sama dikatakan Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk, Ryan Kiryanto. Dia mengatakan, para pelaku usaha sudah mengantisipasi kenaikan tarif listrik yang ditetapkan pemerintah sejak awal tahun. “Efeknya tidak akan signifikan karena pelaku usaha sudah antisipasi sejak lama,” tuturnya ketika dihubungi.

Menurut Ryan, inflasi pada bulan depan masih akan dipengaruhi oleh harga bahan pangan yang berfluktuasi. “Apalagi sebagian besar impor dan ini yang menyebabkan defisit transaksi berjalan,” katanya. Dia meminta agar pemerintah menyelesaikan problem di sektor pertanian hulu agar impor hortikultura dikurangi.

Pemerintah berencana kembali menaikkan tarif dasar listrik rata-rata 4,3 persen mulai Oktober 2013. Penyesuaian tarif listrik itu merupakan bagian dari kebijakan kenaikan tarif listrik 15 persen secara bertahap tahun ini.

Itu berarti tahun ini tarif listrik naik empat kali. Terhitung mulai 1 Januari 2013, pemerintah memberlakukan kenaikan tarif listrik rata-rata 15 persen secara bertahap, kecuali bagi golongan pelanggan dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Setiap triwulan tarif naik rata-rata 4,3 persen.

Pemerintah juga mencabut subsidi listrik bagi empat golongan pelanggan, yaitu kelompok pelanggan rumah tangga dengan daya 6.600 VA ke atas, golongan pelanggan bisnis dengan daya 6.600 VA-200 kilovolt ampere (kVA), dan kelompok pelanggan bisnis dengan daya di atas 200 kVA. Penghapusan subsidi listrik juga diterapkan terhadap gedung-gedung pemerintahan dengan daya 6.600 VA-200 kVA.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Terhangat

Lurah Lenteng Agung | Mobil Murah | Kontroversi Ruhut Sitompul

Berita Terpopuler

Jokowi: Lurah Susan Tak Akan Dipindah

Ini Pengakuan Tersangka Penyekap Penjual Kopi

Ahok Tuding Ada Provokator Demo Lurah Susan

Perempuan Cantik di Seputar Narkoba

Demo Lurah Susan, Pengamat: Politik Dalih Agama



YOUR COMMENT

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Subscribe our Youtube
Subscribe me on RSS