Home » » Penurunan Kinerja Ekspor Karena Peningkatan Importasi Migas - ( 8U51N355 )

Penurunan Kinerja Ekspor Karena Peningkatan Importasi Migas - ( 8U51N355 )

Jakarta (Antara) – Penurunan kinerja ekspor yang ditandai dengan defisit neraca perdagangan Indonesia dinilai merupakan dampak dari peningkatan importasi di sektor minyak dan gas bumi.

“Perkembangan kinerja ekspor yang sedang menurun memang disebabkan karena importasi migas yang terus meningkat,” kata Kepala Subdirektorat Kerjasama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan, Sri Eliza dalam keterangan tertulis, Kamis.

Berdasarkan data Kemendag, kinerja ekspor untuk nonmigas mengalami surplus 1,98 miliar dolar AS pada periode Januari-Juli 2013.

Meski demikian, lanjutnya, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada periode yang sama mengalami defisit mencapai 5,65 miliar dolar AS.

Menurut dia, penurunan nilai ekspor itu juga dipicu karena belum membaiknya harga beberapa komoditas ekspor non migas Indonesia di pasar internasional.

“Beberapa produk Indonesia yang mengalami fenomena serupa antara lain sawit, karet dan produk karet, mesin, batubara, produk kima, kertas, dan barang-barang rajutan,” katanya.

Ke depan, ujar dia, ekspor Indonesia harusnya sudah mulai beralih dari ekspor bahan mentah ke ekspor barang yang bernilai tambah.

Sebagaimana diberitakan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan peningkatan pemanfaatan biodiesel akan dilakukan untuk mengurangi impor migas dan menekan defisit neraca perdagangan secara keseluruhan.

“Kita akan mengurangi beban impor migas, memperluas pasar domestik dan memperkuat usaha perkebunan rakyat yang memang bisa meningkatkan kapasitas penggunaan bahan bakar nabati,” ujarnya seusai rapat koordinasi dengan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia di Jakarta, Senin (26/8).

Hatta mengatakan penggunaan biodiesel ini termasuk salah satu dari rumusan paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah, dan asosiasi siap untuk mendukung kebijakan tersebut karena memiliki kapasitas yang telah memadai.

“Kapasitas terpasang dunia usaha saat ini adalah 5,67 juta kiloliter dan akan ada jumlah tambahan sekitar 3 juta kiloliter serta rencana tambahan di masa mendatang 3,14 juta kiloliter,” katanya.

Dalam rapat tersebut, asosiasi siap untuk memenuhi persyaratan mandatory biodiesel 10 persen dari penggunaan solar PSO maupun non PSO, dimana saat ini keseluruhan penggunaan dari solar per tahun mencapai 35 juta kiloliter..(ar)



YOUR COMMENT

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Subscribe our Youtube
Subscribe me on RSS